Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Agama Bukan Institusi


Assiry gombal mukiyo, 11 Oktober 2014


Orang beragama kok hobbynya tawuran dan kekerasan. Mending tidak perlu ada agama jika budaya kekerasan semakin merajalela. Rasanya tidak salah jika ada tetangga saya rada -rada error dan nekat ingin keluar dari agama, karena agama sudah tidak lagi membuat orang menjadi sejuk, banyak orang beragama yang suka konflik, banyak orang dengan pakaian agama justru melakukan kekerasan, bahkan membunuh saudara sendiri. Jadi buat apa beragama" keluh tetangga saya.


Agama itu bukan institusi, karena itu orang masuk ke dalam agama atau keluar dari agama itu bukan sebuah persoalan. Kalau anda mengaku beragama tapi suka kekerasan itu bukan beragama (atheis) namanya.
Islam itu bukan sekadar shalat, puasa, zakat, haji, atau syariah, tapi Islam adalah jujur kepada manusia, Islam adalah cinta kepada manusia, Islam adalah keindahan, jadi kalau anda mengaku Islam tapi tidak indah atau suka kekerasan, maka anda belum tentu Islam.

Bahkan, rukun Islam (shalat, puasa, zakat, haji, dan syariah lainnya) itu hanya 3,5 persen dari ajaran, sedangkan 96,5 persen dari ajaran Islam yang sesungguhnya adalah keindahan, penghormatan kepada sesama, jujur, adil, bersih, bersatu, dan seterusnya.

Bukankah Muhammad Saw.diutus Allah untuk menyempurnakan Akhlak manusia. Karena essensi agama adalah akhlak. Tidak salah jika Sang primadona yang bernama Kanjeng Nabi Muhammad.Saw dipuji Allah dan bahkan menjadi ikon manusia paling sempurna bukan karena harta dan kedudukannya, bukan karena apapun tapi karena budi pekertinya yang mulia. Kata Allah ''wainnaka la'ala khuluqin 'Adzim" sesungguhnya engkau wahai ( muhammad) sungguh memiliki akhlaq yang sangat luhur.
Sudah sedemikian gamblang dan jelasnya bahwa agama diciptakan Tuhan sebagai sarana untuk menyerap, meneladani dan mengamalkan setiap perintahnya dan menjahui segala rambu 2 laranganNya. Bukankah semua kitab suci yang diturunkan baik zabur, taurat, injil dan Al Quran semua mengajarkan tentang darma, dan kebaikan. Begitu bodoh dan dungunya kita jika masih terus menerus menebarkan kerusakan, permusuhan apalagi kekerasan.
 

Close Menu