Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Indahnya Memaafkan



Assiry, 27 Juli 2014

Saya tidak mengkritik perayaan Idul Fithri secara seremonial, maaf-memaafkan, tapi apakah kita memang sudah saling memaafkan, antara guru – murid, orang tua – anak, atasan – bawahan, dan seterusnya. Atau apakah kita lebih senang menyimpan dendam hingga beranak -pinak menjadi kebencian 2 yang terselubung.
Kalau dalam sepak bola, tendangan Anda nggak masuk-masuk, yang perlu diperbaiki itu tendangannya atau gawangnya yang digeser? Seharusnya kan yang pertama, tapi sekarang ini yang sering kita lakukan justru malah menggeser gawangnya.

Hari raya itu ada lima, yaitu: dimaafkan oleh seluruh makhluk alam semesta dan Allah SWT, mati secara khusnul khatimah, nguwot sirathal-mustaqim dengan selamat, memasuki surganya Allah, dan dapat berjumpa dengan Allah SWT. Maka dari itu kita harus meminta maaf. Jika manusia sudah bisa meminta maaf, nah, tergantung sama yang dimintai maaf. Kita sudah meminta maaf kepada alam semesta, tapi bagaimana dengan alam semesta, apakah dia memaafkan kita?

Meskipun femikian ternyata memberi maaf itu lebih tinggi derajatnya daripada meminta maaf.Maka pantas saja jika Tuhan menggolongkan orang yang selalu memaafkn atas kesalahn orang lain (al a'afina 'ani Annasi) sebagai orang yang Muttaqin dan dirindukan surga.
Close Menu