Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Kunci Mungil


Assiry, 23 Oktober 2013

Dalam raga ada hati, dan dalam hati ada satu ruang yang tak bernama.Ditanganmu tergenggam kuncinya.
Ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra bhkn lbih molek dari bidadari surga.Berkata2 hanya bsa difahami oleh nurani.


Begitu lembutnya ia berbisik, sampai terkadang engkau tak merasa terusik.Hanya kehadirannya yang terus terasa, dan bila ada apa 2 dengannya, duniamu runtuh bagai pelangi meluruh usai gerimis menepis.
Tahukah engkau bhwa cinta yng tersesat itu pembuta dunia? Sinarnya menyilaukan hingga engkau terperangkap, dan hatimu mnjadi sasaran dari amukan sekalinya engkau tersekap.
Banyak garis batas memuai begitu engkau terbuai, dan dalm puja engkau sedia serahkan segalanya ,padahal belum waktunya.


Kunci mungil itu kau anggap pemberian paling berharga.

Satu garis jangn kau tepis.Membuka diri tidak sama dengan mnyerahkannya.
Di ruang kecil itu, ada teras sejuk dan nyaman untuk tamu.Hanya engkau yang berhak ada dalam inti hatimu sendiri.

Bukan siapapun, hanya dirimu dan kelak sang pembuka kunci itu, bertahta dalam sakralnya hidupmu.


Close Menu