Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Kunci Sukses Kaligrafi

Assiry gombal mukiyo, 2013


Pada suatu sesi pelatihan Kaligrafi, ketika saya, sebagai pembina saya ungkapkan beberapa rumus gila belajar kaligrafi yakni “Agar setiap saat selalu ada rasa syukur di dalam diri kita,maka kita perlu untuk mengikhlaskan semua hal yang sudah berlalu dan yang belum terjadi,untuk mengikhlasi seluruh niat dari arah tujuan belajar kaligrafi... hanya pada fokus memberikan sentuhan keindahan yang tertuang dari kalam suciNya tanpa harus berfikir untuk berhasil dari kaligrafi dan menuntut sukses dari profesi yang kebanyakan orang mengacuhkannya itu ,” langsung saja ada peserta pelatihan yang tunjuk jari untuk bertanya: “Bagaimana kita bisa belajar dengan ikhlas kalau niat saya belajar agar saya jadi juara kaligrafi dan tentu sukses meraih impian untuk sejahtera dan kaya raya.

Kemudian saya jawab: belajarlah tanpa beban,kosongkan atau nol kan angka cita -cita dari ambisimu itu, karena hidup ini semua terjadi di luar skenario kita. Hingga kita menjadi tidak percaya diri dan gelisah: ‘Apakah masih sanggup saya melanjutkan hidup ini dengan memilih profesi dan belajar kaligrafi yang tak jelas jluntrungnya ? Namun, pada saat kita menghadapi keadaan di luar skenario seperti itu, kalau mau, justru pada saat itulah kita bisa membuktikan kekuatan ikhlas, cobalah untuk hidup tanpa skenariomu sendiri,atau hidup menerapkan prinsip: ‘apa yang terjadi biarlah terjadi,’ maka pada saat yang tepat, bisa saja tahu-tahu ada solusi yang menghampiri kita.” keihklasan itu menjadikan pintu yang tertutup menjadi terbuka lebar ...belajar adalah pembuka pintu cakrawala ilmu dan keahlian biarlah nanti anda mau jadi apapun yang penting ilmu dan potensi anda sudah banyak anda miliki.

Juara atau kemenangan bukanlah sebuah tujuan kita belajar kaligrafi,yang terpenting adalah sejauh mana anda bisa mengeksekusikannya dan mengaplikasikan untuk kemaslahatan dan sebaik -baiknya pnyejahteraan bagi sesamamu .....Jika anda sukses pun tak akan pernah lupa karena setiap tetes kesuksesan itu sejatinya adalah kesuksesanNya dan kekuasaanNya yang telah di mandatkan kepadamu dan hendaknya juga anda salurkan.Berbahagialah bagi anda yang menjadi pralon-pralon untuk membagi kesetaraan rizki dan kelebihan apapun atas anugerahNya pada siapapun yg membutuhkan,meskipun hanya alif yang engkau ketahui atau hanya sebungkus rangsuman tentu anda musti bagikan .

“Maksud saya begini, kita tetap perlu mempunyai rencana-rencana dalam planing dalam belajar kaligrafi, baik itu rencana jangka panjang yang strategis, maupun rencana yang detail, tetapi setelah semua rencana kita eksekusi dengan teliti dan benar, relakan atau pasrahkan atau ikhlaskan semua hasilnya kepada Tuhan. Karena apa pun hasil belajar dan kerja kita, boleh percaya boleh tidak, 100% di luar kendali kita. Kalau ada orang yang merasa bisa mengendalikan, itu hanya kesombongan diri, pada saatnya orang yang seperti ini akan memekan batu kesombongan dan keangkuhannya sendiri".Begitulah jawaban saya.

Ketika kita membicarakan hidup dan belajar apapun dengan ikhlas, sebenarnya kita juga membahas hidup dengan rela, narima, tulus, pasrah dan sabar.Karena kata ikhlas berasosiasi dengan semua kata-kata tersebut. Artinya, kalau kita hidup ikhlas kita juga perlu bisa menjalani hidup ini dengan rela, atau tidak bersungut-sungut, bisa narimo akan segala hal yang kita hadapi, mau bekerja dengan tulus, pasrah dan sabar.

Barangsiapa bisa membagi bilangan nol dalam manajemen kalbunya, meniadakan setiap ambisi dan keinginan apapun dalam tataran dan takaran tertentu,kemudian mengisi angka nol dalam jiwanya pada harapan hanya pada Nya, maka manusia baru akan bisa mbobot(mengandung)ilmu dan menghidupkan ruh kebahagiaan dalam setiap bidang yang di gelutinya...atas kekuasaanNya bukan atas kekuasaanmu sendiri.
Kekuasaan apapun kita bahkan untuk belajar dan memiliki niat untuk menginjakkan kaki kita di gubug ilmu adalah tiupan dan hidayah dari AL Hadi .

Suksesilah sesamamu maka tentu dirimu sukses dan juara di hadapanNya.

Close Menu