Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Wala Tamsyi Fi Al Ardhi Marahan

Assiry gombal mukiyo, 28 Oktober 2014


Betapa hebatnya manusia, sukses, tingginya kadar intelektualitasnya, kekuasaan yang luas dan bahkan mapan dalam sisi karir, tak pantas bersombong atau takabbur. Semuanya berpuncak pada kekuasaan Allah. Allah yang menentukan semuanya, manusia hanya berikhtiar dan berseru.


Hidup sukses atau simpelnya yang bisa bahagia itu seperti apa?
Kebanyakan manusia melihat kesuksesan terletak pada materi( benda) jabatan ,kedudukan dan kekayaan .
Padahal jika kita betul-betul berhasil dan sukses secara hakiki, maka kita pasti melewati duka suka, duka lara berulang -ulang dan berputar berkali -kali. Agar kita tahu fase -fase tersebut adalah tangga menuju ma'rifat kita kepada Allah bahwa Dialah sumber kebahagiaan yang sempurna dan hakiki.

Apabila manusia telah merasa mampu menemukan sesuatu, mengadakan yang tak ada, menciptakan sesuatu, dan berkat itu ia menjadi seniman Nobel, doktor akademik atau sarjana kehidupan, maka karya-karyanya, kata-katanya, lukisannya, musiknya, tak bisa disebut semuanya adalah miliknya (hamba) melainkan berkat kasih karya Allah semata. Kalau kita membaca karya itu, kita membaca karya Allah. Kalau kita dengarkan ia baca Tilawah Al Quran yang merdu, itu kemerduan Allah. Kalau kita nonton pameran lukisan, patung, atau melihat indahnya torehan warna yang padu-padan dengan harmoni dari komposisi kaligrafi yang indah hakikatnya kita nonton lukisan keindahan Allah.
Close Menu