Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

MENUDUH KAFIR

Assiry gombal mukiyo, 16 Desember 2014

Kita royal sekali dengan perkataan “Kafir, kita gemar sekali mencap segala barang yang baru dengan cap “kafir” pengetahuan barat kafir, radio dan kedokteran kafir; pantaloon dan sadal dan topi kafir, sendok dan garpu dan kursi kafir, tulisan latin kafir; ia bergaulan dengan bangsa bukan Islampun Kafir!

Padahal apa-apa yang kita namakan Islam? Bukan ruh Islam yang berkobar-kobar, bukan api Islam yang menyala-nyala , bukan amal Islam yang menngagumkan, tetapi…. Dupa, korma, jubah dan celak mata! Siapa yang kepalanya bepeci dan berjubah, siapa yang tangannya bau kemenyan, siapa yang matanya di celak, jubahnya panjang dan memengang tasbih yang selalu berputar, dia , dialah yang kita namakan Islam.
Astagfirullah!.......Duh Gusti

Inikah Islam ? Inikah agama Allah ? Yang mengkafirkan radio dan listrik, mengkafirkan kemoderenan dan ke-up to date-tan? Islam is progress, Islam itu kemajuan.

Progress berarti barang baru, barang baru yang lebih sempurna yang lebih tinggi tingkatnya dari pada barang yang terdahulu.

Betapa kata-kata Sukarno tahun 1935 masih sangat relevan di masa ini, dan betapa umat Islam masih terbelenggu oleh kebodohan absolut mereka.

https://infidellica.wordpress.com/2011/…/11/eslam-sontoloyo/
Close Menu