Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

KETIKA TAHUN BARU

Assiry gombal mukiyo, 1 Januari 2015

Kawan.....ketika tahun baru tiba, aku justru mengurung diri seharian, semalaman, kadang dipojok ruang kosong dan sesekali linglung entah mengikuti kaki berjalan.

Aku selalu takut keramaian, sebab dalam keramaian, manusia menari-nari di ombak nilai paling permukaan. Aku selalu sunyi dalam keriuhan, karena dalam keramaian, manusia hanya sekilas-kilas memandang satu sama lain. Keramaian adalah gembok amat rapat bagi ilmu pengetahuan dan kedalaman.

Kali ini aku justru menghabiskan waktuku jauh dari siapapun. Aku asik menyendiri di pojok trotoar depan Islamic Center Jakarta Pusat, dengan gemuruh jiwa melebihi suara petasan yang bagai halilintar menyambar bersautan.


Sesekali terisak saat ingatanku tertuju pada kekasihku beberapa tahun silam yang justru memilih bermesra dengan kekasihnya bukan dengan aku yang gila dan sinthing sendirian. 


Apa doa yg engkau pilih kawan? Aku mohon supaya diri kita mulai menemukan akal sehat dalam setiap langkah yang akan kita torehkan kedepan.

Dengan hati berdebar aku masuki 2015, tahun “Nur", tahun dikotomi, tahun polarisasi ekstrem antara kegelapan menuju cahaya hidup yang aku akan tentukan kemana kakiku berpijak dan melangkah menyusuri jalan yang berliku.

Perkenankanlah aku memasuki “dunia Kaligrafi". Karena aku telah berharap bertemu dengan-Mu dari rahasia Kaligrafi Al Qur’an di balik setiap hurufnya. Sebab, buat sementara kaligrafilah penjaga kejujuranku, obyektivitasku, kejernihan, dan kesejahteraanku.

Sudah lama Sammy effendi melambai-lambaikan tangannya kepadaku, dan ku jawab, “Sebentar, aku masih harus menebarkan virus-virus kaligrafi disetiap relung jiwa dan aku juga persiapkan untuk membagi cahaya itu kepada kawan-kawanku semua".

Sudah lama Hasyim Muhammad Al Baghdadi menggoda-goda dengan lauhahnya yang kini terpampang manis di pintu syurga, namun kujawab, “tunggu dulu”, aku masih harus berkeliling-keliling membagi -bagikan entah itu darma atau apa saja yang sanggup aku bagikan asal memberi kemanfaatan bersama".

Kawan.......jangan pernah engkau biarkan hidupmu penuh dengan kesedihan, mulai sekarang bebaskan diri dari rasa sedih di masa lalu mu itu, dan mulai hidupmu lagi.

Gunakanlah cahaya kecil pada malam ini untuk memperjelaskan dirimu kedepan di tahun yang baru.
Esok saat mentari pagi pertama ditahun baru, menghirup udara pertama, menikmati hembusan angin pertama, melukis warna dilembaran kanvas kehidupanmu yang pertama dan baru.

Semoga segala cita kita dapat terwujud kawan.......

Lembaran demi lembaran yang telah kita lalui, coretan tinta dari warna-warni hidup kita diaatas kertas kadang tiada berarti dan tanpa makna.

Semoga di tahun ini lebih bermakna dan bermanfaat.

Selamat tahun baru 2015.
Close Menu