Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

MEMILIH

Assiry gombal mukiyo, 13 Maret 2015


Saya mencari makan sendiri tapi sangat senang jika makan ditemani oleh siapa saja agar bisa makan bersama. Ini kan yang diajarkan simbah Nabi Ibrahim As. Saya juga memilih jalan hidup saya sendiri, tidak dicarikan atau dipilihkan.

Mencari istri juga sendiri "ndak" juga dicarikan atau pakai jasa makjomblang. Begitupun ketika bikin anak, saya juga melakukannya sendiri tidak mncari bantuan untuk proses itu.

Terkadang kita sering mengandalkan apapun padahal kita mampu dan sangat bisa jika melakukannya sendiri tanpa harus dipilihkan tau dicarikan.
Lalu kenapa msih banyak orang yang hidupnya selalu dipilihkan dan dicarikan?

Contoh misalnya ketika memilih presiden kita harus dipilihkan oleh partai-partai itu? Pilihan kita saat ini terlalu dibatasi, kenapa harus memilih terbatas pada beberapa capres itu? Lucunya lagi beberapa orang menyodorkan diri agar bisa dipilih, dalam bidang apapun itu. Menyodorkan diri agar dipilih jadi suami atau istri. Menawar -nawarkan diri agar dipilih menjadi Bupati, Presiden lebih gila lagi menjadi pemuas nafsu sesaat. Semua berproses dari menawarkan diri.

Saya memilih presiden saya sendiri, karena ini hidup-hidup saya sendiri, misal pilihanku ndak ada didaftar yang ditentukan KPU misalnya berarti saya ndak usah milih siapa -siapa. Lha wong karena pilihan yang saya pilih ndak ada.

Maksud pernyataan tersebut menurut saya kita harus memiliki prinsip dan dasar yang kuat di dalam menentukan pilihan, tidak sekedar ikut-ikutan serta dengan dasar dan pengetahuan yang lemah.

Illustrasi:
Makan bersama bersama Assiry Art team works di Warung lesehan pinggir pantai
Mamuju Utara.
Close Menu