Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

MENIKAH

Assiry gombal mukiyo, 10 April 2015


Sudah sejak jaman dahulu pernikahan itu sering cuma jadi urusan keluarga, kekayaan dan kerajaan daripada urusan antar individu. Sering sekali anaknya raja atau hulubalang dinikahkan kepada raja atau hulubalang lain seperti kasusnya Dyah Pitaloka Sunda yang diserahkan ke Hayam Wuruk Majapahit.

Ternyata sampai sekarang hal itu masih sangat sering terjadi, yang Cina tidak boleh menikah sama pribumi, yang kasta tinggi "ndak" boleh nikah sama kasta rendah, yang Islam tidak boleh nikah sama non Islam, yang kaya ga boleh nikah sama yang miskin, yang pejabat harus sesama pejabat, yang ningrat harus sesama ningrat.

Jadi sebenarnya kebodohan manusia dalam masalah ini sejak dari jaman Majapahit sampai sekarang tidak terlalu berubah. Di jaman dimana sains membuktikan bahwa individu dan kualitasnya adalah bagian tersendiri dan lepas dari embel-embel jabatan, harta, ras, dan segala jenis atribut semu lainnya.

Jadi para penduduk bumi, mulailah hancurkan budaya feodal ngawur ini, cintailah siapapun yang layak kamu cintai, hiduplah dengan siapapun yang kamu sayangi, karena sungguh begitu sia-sia hidupmu yang sangat sebentar itu jika dihabiskan dengan orang-orang yang tidak kamu cintai dan sayangi sepenuh hati.

Close Menu