Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

SAINS VS QUR'AN

Assiry gombal mukiyo, 29 Juni 2015

Ada beberapa artis Indonesia yang terang-terangan mendukung hak asasi manusia atas fenomena pernikahan sesama jenis, sayangnya yang disorot cuma Sherina. Kita ndak perlu marah kepada Sherina karena dia mendukung hak pernikahan sesama jenis di twitter, itu karena dia memang cerdas dan tahu banyak tentang sains.

Selain Sherina ada Nadine Alexandra dan Anggun juga mendukung hak yang sama, dengan dalih berpatokan pada teori sainstifik, bahwa ketertarikan sesama jenis itu ada, diangka minimal 500 spesies bumi termasuk manusia itu ada, dan sekitar 5-10% secara genetis memang tertarik sesama jenis sejak lahir.

Afghan juga tweet yang hampir sama, karena memang Afghan penganut gay. Dan ada beberapa aktor lain yang juga gay seperti Reza Rahardian dan Nicholas Saputra. Tidak maksud saya untuk membicarakan mereka dalam kontek ngomongin atau melakukan "pergunjingan" massal. Tapi inilah Indonesia. Kita memang bukan negara Islam tapi ideologi yang kita terapkan adalah Pancasila yang menjadi dasar negara dan falsafah bangsa ini.

Kita kudu bisa saling menghargai dan menghormati setiap perbedaan tanpa harus menuding dan menunjuk batang hidung mereka dengan sebutan cabul, sakit mental dan semacamnya hanya karena kita bukan pelaku gay dan lesbi misalnya.

Namun demikian, menurut hemat saya sejatinya sains di ciptakan Tuhan untuk manusia-manusia yang berfikir, itu menjadi landasan orang-orang yang berilmu. Akan tetapi harus ingat bahwa Tuhan tidak menyukai sesuatu yg berlebihan, termasuk sains. karena bagaimanapun sains tidak dapat menandingi Tuhan sebagai penciptanya. Tuhan menurunkan kitab suci sebagai pedoman jalan hidup menuju pencerahan Tuhan agar kita tau siapa diri kita ini( derajat manusia dibanding binatang). kita tidak lebih dari butiran debu di mata Tuhan, Sang Pencipta.

Kitab suci diciptakan Tuhan untuk manusia sebagai rasa sayang Tuhan kepada ciptaannya. Buku memang jendela dunia bagi kaum saintis, tapi kitab suci adalah jendela dunia dan jendela akhirat yang hakiki. Ini yang perlu kita renungkan kembali.

Menentang hak para kaum minoritas penyuka sesama jenis itu seperti menentang jaman, anda pasti akan kalah, sebagaimana menentang penghapusan perbudakan. Walaupun kitab suci menentang homoseksualitas atau hubungan seks sesama jenis, tapi sains mengatakan perbudakan itu tidak berdasar dan patut dilarang sedangkan homoseksualitas itu natural dan patut dihormati. Mereka yang gila sains mengatakan "Siapapun yang menentang sains hanya akan menjadi tertawaan peradaban".
Close Menu