Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

ATAS KERUDUNG BAWAH WARUNG

Assiry gombal mukiyo, 04 Juli 2015


Fenomena banyaknya wanita berkerudung yang mengkhianati tujuan dari essensi yang sesungguhnya. Berkerudung tapi masih terus melakukan korupsi, selingkuh, bersuami beberapa orang( polyandri), dan sebagainya menunjukkan bahwa kesalehan eksterior seseorang ternyata memang tidak berkaitan dengan kesalehan interior.

Orang baik tidak cukup dilihat dari pakaiannya, tapi dari perbuatannya. Jangan terpaku pada penampakan luar dan mengesampingkan yang lebih esensial yaitu attitude dan akhlaq ( moral). Bukan berarti saya anti kerudung. Sehingga membolehkan para muslimah berpakaian ketat dan membuka aurat.

Ketika Tuhan menurunkan ayat tentang perintah berhijab itu tujuannya adalah agar para wanita bisa menutup auratnya sehingga menjadi pribadi yang terjaga dan terlindungi dari dosa.Kita juga tidak hanya mementingkan kulit daripada isi, mementingkan yang remeh meninggalkan yang inti, mementingkan ritual diatas substansi.
sekarang ini pemakaian jilbab lebih mementingkan esensi pergaulannya belaka. bukan karena rahmatan lil alamin..."ndak enak sama temen-temen di kantor karena mereka berjilbab semua..." dan sejuta alasan lainnya. Akibatnya mereka menutup aurat tapi dengan gaya "berjilbab gaul" atau yang terkenal dengan jilboob, sehingga tampaklah sesuatu yang semestinya harus ditutup. Belahan payudara kemana-mana, pakai baju lekbong, celana super pendek dan ketat kalau duduk bokongnya yang super biar terlihat. Ketika sadar ada pemuda yang "melototin" kemudian marah -marah " ngapain mata lo lihat -lihat?".....

Jika pemuda itu adalah saya tentu akan saya jawab " Yah salah sendiri dibuka kalau ditutup kan ndak mungkin saya ngelihat, kalau nglihat sekali itu namanya anugerah tapi kalo berulang kali baru dosa makanya saya nglihatnya sekali aja tapi pake lama !".

Perintah Tuhan sebenarnya sudah jelas ko yakni menutup aurat bukan membungkus aurat sehingga terlihat lekuk tubuhnya.Kadang kadang saya bingung dengan pendapat 'jilbab itu kewajiban.. Selingkuh, korupsi dan semacamnya itu tergantung pribadinya.

Sehingga yang terjadi adalah berarti setia, tidak mencuri, tidak korupsi, itu bukan kewajiban?
Sebenarnya prioritas mana yang lebih didahulukan, moral kah atau cara berpakaian ? Bukankah lebih baik, perbaiki dulu moral kita baru bicara tentang pakaian. Yang tidak berkerudung bisa menghormati yang berkerudung dan yang berkerudung semoga bisa semakin menjadi muslimah yg baik dan terus memperbaiki diri tanpa harus"menyampahi" muslimah lainnya yang tidak berkerudung.

Semoga kita semua tidak hanya pandai mencela...tapi juga semakin cerdas membantu bagaimana cara memberi pencerahan pada yang masih buram.
Aamiin...
Close Menu