Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

SEYOGYANYA TAMU

Assiry gombal mukiyo, 17 April 2016

Seseorang yang berkunjung ke rumah atau gubug kecil kita itu lazimny disebut Tamu. Sedangkan pemilk rumah adalah sebagai Shohibul bait. Rasulullah bahkan mengingatkan bahwa pemuliaan terhadap tamu adalah salah satu tanda bahwa seseorang itu memilki kadar keimanan yang baik.

Jika ada tamu yang datangnya mengetuk pintu, sudah makan dan minum suguhan bahkan menghabiskan banyak makanan yang disuguhkan, tapi tiba -tiba pulangnya tidak permisi "nylonong" begitu saja tanpa sepatah kata maka bisa jadi tamunya sedang sakit gigi atau jangan -jangan tamu itu sedang kebelet pipis. Jangan lantas tamu tersebut anda cap sebagai tamu yang tak tau diri. Atau sebaliknya jika ada tamu yang datang baik-baik tapi ternyata pintu rumah shohibul bait tidak dibukakan justru disambut dengan gonggongan anjing misalnya, maka jangan juga anda tuduh bahwa shohibul bait itu adalah anjing itu sendiri
.
Seyogyanya Tamu itu yah mengucapkan salam, permisi jangan tiba -tiba belum apa -apa sudah minta ini minta itu bahkan tidur di kamar shohibul bait.Tapi saya mohon jangan anda teriakin "tamu kurang ajar"... Semua memang butuh aturan -aturan dan etika jika hidup kita ingin dihargai. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, mau posisi kita sebagai tamu atau shohibul bait. Sederhana bukan hidup ini?

Kita semua adalah tamu -tamu di rumah Tuhan Sang pemilik rumah kehidupan. Baik dan buruk ketika kita bertamu di rumah bumi ini kelak pasti kita akan mempertanggungjawabkannya. Karena yang Pasti hanya Tuhanlah yang menjamu dengan sebaik -baiknya atas apa yang kita butuhkan sebagai tamuNya. Jika kita menjadi tamu yang taat akan aturan Tuhan sebagai Shohibul bait, tentu selamatlah kita semua.
Close Menu