Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

BUGIL ATAU BERCADAR

Assiry gombal mukiyo, 17 Mei 2016


Jika seorang laki-laki berhak memilih untuk menggunakan celana pensil yang ada bolongnya di dengkul atau celana bahan gombrang dan cingkrang, mestinya adalah sah bagi perempuan untuk mengenakan kaos ketat yang tiap njengking memperlihatkan “celengan semar”-nya, memakai jilbab panjang, atau cadar sekalipun atau anda memilih bugil pun tak apa. Itu hak dan kebebasan anda.

Coba bayangkan, betapa tak nikmatnya makan mie pakai masker? Terlebih ketika lauknya kebetulan adalah daging yang cukup alot. Sudahlah menyuapnya susah, menggigitnya pun payah. Tapi si mbak di foto itu tak terlihat mengeluh, malah terlihat lahap.

Ada perjuangan ideologis dan kemampuan mengolah cita rasa yang luar biasa dalam foto tersebut. Tidak sembarangan orang awam bisa melakukannya. Memangnya Anda bisa ngemut rambutan dengan kepala tertutup helm full face?

Hanya orang -orang tertentu yang bisa makan mie sambil memakai cadar, ini membutuhkan keahlian khusus juga latihan kontinyu.

Jadi, bagi Anda yang nyinyir sama foto mbak bercadar itu, hambok biarkan saja ia menyantap mie beserta daging kesukaannya sampai tuntas. Dan buat kamu, mbak-bercadar-tanpa-nama, tetaplah bangga dengan cadarmu.

Meskipun saya sendiri berpandangan bahwa Islam itu mudah dan memudahkan. Jika anda memilih hal -hal yang mempersulit dirimu maka itu bukan salahnya Islam tapi semua tergantung pada mindset berfikirmu dan bagaimana anda mensikapinya.
Close Menu