Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

TETAPLAH FOKUS BERKALIGRAFI & ABAIKAN PARA PEMBENCI

Assiry gombal mukiyo, 28 Agustus 2016


Tidak sedikit orang yang memilih jalan hidup maupun dalam berkesenian seperti yang saya geluti ini dengan cara-cara termotivasi untuk terus-menerus dan merasa ketagihan untuk "menabur kebencian". Hati-hatilah dengan orang yang selalu membenci dan selalu berprasangka buruk kepada orang lain, yang tidak mau melihat sedikitpun kebaikan pada diri orang lain dan hanya selalu melihat dan mencari-cari kesalahan. 

Bersihkan hati dan pikiran dari hal seperti itu. Misalnya saja menebarkan gosip tentang kehidupan kita yang tentu hanya kita yang tahu pastinya, membawa berita bahwa pekerjaan -pekerjaan yang kita sangat buruk, sehingga ia melakukan penjatuhan terhadap kualitas karya kita dengan omongan-omongan dan fitnahan yang tidak berdasar.
 
Misal saja ketika saya buka Kursus Gratis Mereka bisa saja ngomong "Oalah Kursus Gratis paling -paling juga ngga jelas" atau bahkan ketika saya buka Kursus dan Kuliyah Kaligrafi Online berbayar mereka juga bisa saja dengan entengnya mbacot " semuanya ko dibisniskan ujung-ujungnya duit, kalau ada 50 orang saja yang ikut kursus online sudah berapa puluh juta yang dihasilkan jangan -jangan ngga jelas juga itu". Atau mencibir " belajar kaligrafi itu lho buat apa lha wong masa depan pekerjaannya juga ngga jelas kok".
 
Ironisnya, terkadang orang -orang yang ngomong dan mbacot seperti itu bahkan pernah kita tuntun, kita ajari kaligrafi hingga bisa tegak berdiri bahkan menjadi profesinya dikemudian hari.

Sebenarnya siapa saja diantara kita semua bisa ko bikin kursus berbayar, yang eklusif yang lux yang lebih mahal, berkelas dan lebih wah. Masalahnya anda dapat peserta atau ada yang mau ikut apa tidak. Karena yang terpenting adalah apakah kita bisa belajar dan mengajarkannya secara istiqamah dan ikhlas apa tidak.
 
Jangan lupa segala sesuatu butuh proses, kita tidak bisa melawan proses apapun. Semua perjalanan panjang yang saya lalui bukan dari sesuatu yang instan. Semua membutuhkan "proses branding" yang panjang dan tidak mudah. Branding adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan atau jenis usaha tertentu dalam rangka proses membangun dan membesarkan sebuah usaha.
 
Al Hamdulillah pada usia saya yang masih belia waktu itu umur 22 th. Saya sudah mendirikan Assiry Art pada th. 2001 yang memilki program Jasa Kaligrafi Masjid dan pengkaderan Kursus kaligrafi Gratis dengan mendirikan KUASS ( Komunitas Seni Kudus) dan berhasil mengkader ratusan Seniman Kaligrafi kudus dan sekitarnya yang sukses dibidang jasa Kaligrafi Masjid dan lainnya juga mendirikan Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi pada th. 2007 yang mencetak ratusan kader -kader Kaligrafer dan Seniman dijalur non akademik yang tersebar di Indonesia adalah secara tidak langsung menjadi Brand atau Branding itu sendiri.

Betapapun kita dalam kebersamaan, manusia tetap individu yang unik, memiliki pengetahuan, daya intelektual, daya spiritual, daya berkesenian dan keyakinan, harapan dan impian masing-masing yang tak jarang berbeda-beda, dan bahkan terkadang saling bertentangan atau berseberangan, karena kita selalu hidup dalam lingkungan multikultural, multiagama, multiseni dan seterusnya. Penyeragaman yang dipaksakan dari luar akan menciptakan bara dalam sekam, yang suatu saat akan meledak — dengan konsekuensi yang, sayangnya, sering tidak kita harapkan, sebab ledakan itu meluncurkan panah-panah kebencian ke segala arah.

Setiap omongàn dan cemoohan orang memang tidak perlu semuanya kita tanggapi. Tetaplah fokus berkarya, fokus melakukan apapun yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Dan buktikan kesuksesan anda itu adalah cara terbaik untuk membalas setiap cemoohan dan hinaan orang lain terhadap kita.
 
Seorang Pelari Sprinter yang sukses hanya akan fokus terhadap dirinya sendiri tanpa memperdulikan lawan dan pesaingnya. Sehingga ketika mulai pasang kuda-kuda hingga peluit ditiupkan tanda mulai berlari sampai pada batas finish dia akan tetap fokus dan menjadikan kecepatan dan ketepatan waktu yang maksimal sebagai obyek tujuannya.
 
Perlu setiap hari mempertegas niat kita agar tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai maka perlu self motivation atau memotivasi diri sendiri. Dengan jalan yang sangat sederhana, yakni :” mengucapkan afirmasi” pada diri kita sendiri. Afirmasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris :” affirmation” yang bermakna :” penegasan”, untuk mencapai sesuatu yang ingin dicapai dalam hidup kita. Tanpa afirmasi, maka cita cita atau impian kita, semakin hari akan semakin kabur dan kemudian lenyap ditelan waktu. Sehingga apa yang diharapkan, akan tetap tinggal sebuah harapan kosong.

Beberapa manfaat yang kita dapatkan ketika memiliki pikiran yang fokus berkaligrafi:
1. Proses belajar dan pekerjaan bisa selesai lebih cepat menguasai, ini karena dari awal hingga akhir kita tidak memikirkan dan melakukan hal lain yang tidak perlu, semisal belajar Kaligrafi tapi sambil main game, sambil pacaran, sambil chatting, sambil dengar lagu, dan sebagainya.
2. Lebih banyak hal yang bisa kita kerjakan, yakni bila satu pekerjaan bisa selesai lebih cepat itu berarti pekerjaan berikutnya bisa kita mulai lebih awal, dan begitu seterusnya hingga tidak terasa lebih banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam rentang waktu yang lebih sama.
3. Menutup ruang untuk menggerutu dan mengeluh, dua hal ini adalah hal yang sangat menghambat proses belajar Kaligrafi dan pekerjaan sekaligus memakan waktu yang banyak. Kenapa, karena menggerutu dan mengeluh adalah awal dari sifat bosan, malas, melamun, bete, mumet, ndlohom dan lain sebagainya.

Saya kira tiga hal itu sudah mewakili manfaat pikiran yang fokus. Berbeda dengan pikiran yang tidak fokus atau tidak tenang, hanya sedikit manfaat yang diperoleh, kalaupun ada itu hanya manfaat semu, seperti merasa senang dengan lamunannya, merasa bahagia dengan kegalauannya, dan lain-lain.
 
Pikiran yang tidak tenang juga adalah penyebab pikiran menjadi tidak fokus, karena pikiran yang tidak tenang membuat seseorang tidak bisa gampang mencari solusi, malah seringkali hal yang memperparah fokus malah dianggap sebagai solusi, sehingga bukannya menjadi fokus, tapi malah menjadi semakin tidak fokus.

Adapun solusi yang bisa saya berikan agar pikiran kita fokus dalam belajar kaligrafi atau melakukan pekerjaan Seni lainnya adalah;
1. Istirahat yang cukup, hal ini akan membuat pikiran kita fresh dan kepala jadi ringan. Badan juga terasa fit dan tidak lemas. Pikiran hanya bisa fokus bila tubuh kita sehat. Itulah mengapa kalau kita sakit sebaiknya tidak perlu ke sekolah atau istirahat saja, karena para pendidik tahu bahwa pikiran kita tidak bisa fokus jadi percuma saja bila belajar.
2. Makan yang makanan yang sehat dan secukupnya atau dengan berpuasa Sunnah. Makan dengan tipe seperti itu akan membuat pikiran kita serasa plong, tidak ada gangguan dari perut atau efek pusing dari makanan yang masuk ke perut. Sebaliknya, perut yang kenyang akan membuat kepala jadi berat dan mudah mengantuk dan akhirnyahobby kita justru bukan belajar tapi ngelonin bantal guling.
3. Selalu berusaha merilekskan pikiran. Pikiran yang rileks tidak ditunggu tapi dilatih dan diusahakan secara rutin. Caranya dengan menghindari ketergesa-gesaan, tenang dalam mempersiapkan aktivitas, dan pasrah saja dengan apa yang akan terjadi atau hasil dari yang kita usahakan. Yang utama dari semuanya adalah lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan selalu berdo’a kepadanya.
 
Tentu banyak yang bisa kita lakukan dengan memperbanyak puasa sunnah, Sholat malam, dan lainnya.
================================================================
Illustrasi: Arjuna Resto & Assiry gallery
Close Menu