Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

KUAS DARI BULU BABI

Oleh : Dr. KH.Sirajuddin AR.M.Ag
Penyunting: Muhammad Assiry


Diskusi hangat soal-soal Seni Islam tentang ETERNAGATE:
Mengerjakan apapun termasuk menggunakan kuas untuk melukis, haruslah dengan KEYAKINAN halal-haramnya. Bagi yang yakin kuas Eterna dari bulu babi ysng diharamkan & tahu adanya bukti hal penelitian (MUI), seyogyanya berganti ke kuas yang "diyakini" dari bulu musang, unta, kambing, kelinci atau sintetik nilon/serabut pohon (mizaj ballastiik) seperti merek Picasso dll. Bila masih menggunakan Eterna, dia berdosa.

Bagi yang tahu bahwa "bristle" berarti bulu atau bulu babi (2 kmungkinan maknanya), dan yakin bahwa Eterna belum tentu dari bulu babi, dia bisa menggunakannya, seperti makan daging yang belum diketahui halal haramnya, maka, seperti anjuran Nabi "sammillaha wa kulhu" (bacalah "bismillah" lalu makanlah). Berarti tidak harus repot-repot lagi menelitinya sebelum memakainya. "Bismillah" lalu gunakan. Atau "Abtadi'ul imla'a bismizzatil 'aliyyah".

Saat pelukis ksligrafi dari Cina Abu Bakar Ma Xinjiang bertamu ke rumah saya, dia bilang kuas Cina yang dipakainya dibuat dari bulu musang. Ada juga yang mnyimpulkn, haramnya babi adalah dagingnya, selain dagingnya bisa dimanfaatkan (asal tidak dimakan!). Ini paralel dengan bolehnya memanfaatkan kulit binatang spt kata Nabi:
ايمااهاب دبغ فقد طهر
(Kulit binatang apa saja kalau sudah disamak dinyatakan sudah suci). Nabi Muhammad SAW tidak mengecualikan kulit babi, bahkan ketika melihat Maemunah menyeret bangkai kambing untuk dibuang, Nabi menawarkan "Mbok yo dimanfaatkan kulitnya". Itu bangkai ysng sudah jelas haramnya. Maka ada yang membolehkan menjahit dengan benang dari bulu babi.

Kalau ada yang mngatakan "Al-khash urida bihil 'am" (khusus disebut daging babi tapi maksudnya umum tubuh babi keseluruhan), itu adalah kesimpulan ulama dan bukan dari teks Alquran. Tentang ini saya pernah wawancara dan berdialog dengan Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML.

Nah, terserah menyimpulkan & memilih yg mana. Bisa memakai kuas bulu babi atau tidak. Tapi bagi orang wara', dia akan memilih kuas dg bulu non babi.

TINGGALKAN YG MERAGUKAN

Yang paling baik, menggunakan peralatan lukis dengan penuh keyakinan. Yang meragukan harus ditinggalkan, sesuai dg kaedah:
دع ما يريبك الي ما لا يريبك
(Tinggalkan yang meragukan kamu kepada yang tidak meragukan kamu).

============================================================================
Illustrasi:
- Karya Kaligrafi kontemporer Dr.KH.Didin Dirajuddin AR, M.Ag.
- Tulisan ini dikirim oleh Guru saya Dr. KH. Didin Sirajuddin pada hari kamis, 3 Nopember 2016 melaui WA saya.
Close Menu