Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

HABIB

Oleh : Gus Mus
26 Desember 2016


Aku bertanya kepada Fathi, salah seorang cucu Prof. Quraish Shihab, "Engkau memanggil apa kepada kakekmu ini?"
 
"Kami memanggilnya Habiib;" jawab Fathi. Aku pun bertanya kepada cucuku, Eqtada Bil Hadi Muhammad, "Engkau tahu artinya h a b ii b?" cucuku yang pemalu itu hanya senyum-senyum. Aku pun menjelaskan bahwa h a b ii b itu artinya k e k a s i h.
 
"Habiib itu," tiba-tiba Mufassir kita yang sedang dibicarakan panggilannya, menukas, "mengikuti wazan f a ii l yang bisa bermakna faa il, bisa bermakna m a f 'uu l. Jadi, h a b ii b itu seharusnya dikasihi dan mengasihi. Tidak hanya mau dikasihi saja, tapi tidak mau mengasihi."

Dan aku bersaksi saudaraku yang alim ini memang Habiib yang mengasihi. Tidak hanya dikasihi. Maka aku sedih ketika ada yang sengaja memlesetkan pengajiannya tentang "apa yang bisa memasukkan orang ke sorga". Dan pemlesetan itu di sosmed tersebar --disebarkan orang-orang awam yang tidak ngaji dan tidak terbiasa tabayun-- menjadi fitnah. Bukan menyedihi saudaraku yang pasti tidak mempersoalkan hal itu. Tapi terutama aku kasihan kepada mereka yang hanya karena kebencian buta, menyebarkan fitnah. Maka ketika berulang kali aku membaca orang menghujat Penulis seabrek buku keIslaman ini dengan berdasarkan Fitnah tersebut, akhirnya aku terpaksa menjawab salah satunya dengan menjelaskan ucapan dengan konteks yang sebenarnya.

Mudah-mudahan kebencian belum sampai menutup hati dan akal mereka, sehingga bisa memahami duduk perkaranya.

Jawabanku kutulis menjawab komentar akun Haris/Sana Sune yang "berkomentar" di statusnya Nadirsyah Hosen tentang Habib Quraish. Ini:
عن ابي هريرة قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول "لن يدخل احدا عمله الجنة " قالوا ولا انت يا رسول الله قال لا ولا انا الا ان يتغمدني الله بفضل ورحمة ... الحديث، رواه البخاري
وبلفظ مسلم : ما من احد يدخله عمله الجنة فقيل ولا انت يا رسول الله ؟ قال ولا انا الا ان يتغمدني ربي برحمة.

Mufassir Prof. Dr. KH. QUraish Shihab sedang menerangkan hadits sahih ini (Riwayat imam Bukhari dan imam Muslim) yang intinya Rasulullah SAW bersabda, "Tak ada seorang pun yang amalnya bisa memasukkannya ke dalam sorga." Sahabat-sahabat pun bertanya, "Tidak juga paduka ya Rasullah? Rasulullah SAW mnejawa, "Tidak juga aku, kecuali Allah melimpahiku dengan anugerah dan rahmatNya.

Aku gagal paham mengapa ada orang yang mengaku muslim sengaja mengedit dan memlesetkan ucapan orang alim yang sedang menjelaskan hadis Rasulullah SAW dan ada orang-orang yang mengaku umat Muhammad menyebarkan fitnah keji begitu tanpa tabayyun dan konfirmasi.

Aku terpaksa menanggapi ini, karena sudah sering aku dengar orang yang termakan fitnah begini seperti saudara Haris/Sana Sine ini. Kasihan kalau nanti dihisab di Hari Qiyamat dan tidak bisa menjawab. Naudzu billahi min dzalik.

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua.
Close Menu