Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

FOKUS BELAJAR KALIGRAFI

Assiry gomba mukiyo, 26 Maret 2017


Sering sekali saya ditanya apakah belajar kaligrafi di PSKQ bisa sambil kuliyah atau sambil kerja ngajar dan atau yang lainnya. Ini pertanyaan "samin" artinya pertanyaan orang -orang ngga ngeh dan cenderung serakah ingin melakukan semuanya bersamaan. Jawaban saya sedikit menonjok meskipun cukup saya ungkapkan di hati saja "Kalau anda beol tentu ngga mungkin sambil makan, cari tempat lainnya yang bisa belajar kaligrafi sambilan dan itu bukan PSKQ Modern tempatnya". Begitulah kira -kira analogi saya yang "sadis" itu.

Ini yang sedikit sekali difahami oleh para pembelajar kaligrafi. Lakukanlah apapun secara fokus. Tidak bisa hari ini anda belajar khath naskhi, sore kemudian belajar khath diwani dan malamnya memaksakan untuk melukis. Semua orang ingin targetnya semuanya tercapai sambil kuliyah ya sambil belajar kaligrafi dan juga bisa sambil mengikuti kegiatan lainnya.

Tetapi langkah dan mindset yang seperti ini perlu dirubah jika tidak ingin menemui jalan buntu dan kegagalan. Otak kita selalu berubah frekwensinya sesuai aktivitas fisik dan pikiran. Jadi ketika Anda melakukan aktivitas tertentu, otak juga pada frekwensi gelombang tertentu pula.

Masalahnya adalah, jika gelombang otak seseorang tidak pada frekwensi yang tepat pada saat melakukan aktivitas tertentu(baik pikiran maupun fisik), maka akan terjadi gangguan. Misalnya: pada saat kita berusaha mengingat sesuatu, tapi kita merasa panik, bingung ngga fokus maka akan sulit sekali untuk mengingatnya.

Hal seperti ini sering terjadi dan tanpa kita sadari karena ketika kita panik atau karena kebanyakan kegiatan gelombang otak kita naik terlalu tinggi , yaitu high beta atau bahkan gamma, seharusnya gelombang otak kita pada saat mengingat adalah pada gelombang theta, atau kita merasa sangat rileks.

Pernah mengalami hal semacam ini? Pernahkah Anda dengan terburu-buru karena sudah harus berangkat kerja berusaha mengingat dimana meletakkan HP Anda? HP sudah Anda cari kemana-mana dan tidak ketemu. Anda juga sudah berusaha untuk Miss Call, muter-muter nyari ke kolong meja, ke lemari pakaian bahkan seluruh pakaian onderdil daleman anda obrak -abrik semuanya tetapi tetap saja tidak menemukan hp yang anda cari. Nggak terdengar ada suara HP.

Baru ketika Anda ditempat kerja dan Anda pergi kekamar kecil untuk beol, disitu Anda merasa rileks dan ingat posisi terakhir anda meletakkannya.

Anda begitu mudah bukan mengingat dan dengan cepat Anda ingat dimana terahir Anda meletakkannya. Anda baru ingat ternyata anda menaruhnya di bawah bantal misalnya.

Antara gelombang otak dan aktivitas pikiran/fisik harus berkesinambungan. Jika tidak, maka Anda bisa mengalami hal seperti itu.

Cara kerja Terapi Gelombang otak adalah dengan menstimulasi otak dengan audio gelombang pada frekwensi tertentu. Diharapkan dengan stimulus ini otak jadi terlatih untuk selalu maksimal dalam melakukan aktivitasnya.

Saya ingat betul apa yang dikatakan oleh guru saya KH.Didin Sirojuddin Ar ketika masih klesodan belajar kaligrafi di LEMKA sambil khidmah mengajar 6 tahun di sana. "Tetaplah fokus belajar kaligrafi dengan cara satu didalami dahulu dan yang lainnya cukup dipelajari". Ini artinya kita harus bisa membagi fokus dalam melakukan apapun, utamanya dalam mendalami ilmu kaligrafi. Lakukan ini dengan telaten, sabar dan memang butuh waktu yang tidak instan.

Begitu banyaknya generasi kita yang "kempong" malas mengunyah dan menjalani proses belajar secara fokus, maunya apa saja diraih, semuanya ingin direngkuh bersamaan, inginnya dikunyah bersamaan.

Pengen makan lodeh, makan pete, makan gorengan bareng -bareng sementara mulutnya cuma satu. Yang demikian ini sering menemukan kegagalan yang fatal.

Bertahun -tahun saya belajar kaligrafi secara fokus saja masih banyak kekurangan, apalagi jika saya lakukan sambilan tentu hasilnya bisa jadi tidak karu-karuan

Bahkan untuk beol saja anda perlu fokus bukan, coba kalau tidak fokus?...uppss.
Close Menu