Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

LOGIKA HARAMNYA MIRAS

Assiry gombal mukiyo, 15 April 2017


Minuman keras (miras) menyebabkan bagian dalam jantung keras,meskipun luarnya tetap utuh karena bagian dalamnya mnjadi kering.Jantung itu memiliki pelumas, pelumasnya adalah kolesterol.kolesterol di perlukan untuk jantung, tapi kalau brlbihan juga tidak baik untuk jntung. Jika alat pelumasnya dalam jantung sudah tidak brfungsi maka akan menyebabkan dinding - dinding yang ada di jantung pecah, akhirnya mengelupas karena panas. Ini disebabkan karena ALKOHOL.

Alkohol memiliki kandungan ragi yang sangt tinggi. Akibatnya dinding-dinding itu keras, mengelupas dan pecah, kalau sudah begitu daging yang ada pada jantung mulai terkena imbasnya dari alkohol itu sendiri. Akhrnya hitam. gian dalam jantung menjadi hitam karena gosong terbakar panasnya dari tekanan alkohol .

Kalau sudah gosong ,tanpa di siram dengan yang panas lagi dia tidak akan bergerak. Mana mungkin jantung akan bisa menampung darah dengn baik, sebab takarannya sudah tidak normal, sudah mengeras, masuknya pun sudah beda, karena takarannya menjadi berubah. Yang tadinya bisa menampung satu gelas, sudah tidak bsa lagi menampung satu gelas, setengah gelas saja bisa masuk itu sudah sangat baik, ini perumpamaan saja.
Darah itu tadi kmbali ke liver (hati) itu sudah syukur, tapi kalau tidak? maka akan menjadi endapan-endapan, akhirnya kena juga si liver. kenapa ?..karena endapan setiap darah yang di jatah ke jantung kembali lagi.

Darah di sedot ditarik oleh paru -paru dari jantung ke otak kecil. Kalau wadahnya ( jantung) sudah kotor karena miras atau sejenisnya tadi, mana mungkin darah ini bisa mewarnai chip otak manusia yg mnjadi tempatnya seluruh memori. Memorinya saja rusak apalagi chipnya sendiri. Ibarat kaset, ataupun CD kalau sudah rusak kalau disetel ya lambat (error). Orang yg biasanya mabuk ya begitu kondisinya.

Ini yang mnjadikan logika kesehatan khomr ( miras) dan apapun yang memabukkan lainnya itu haram karena pada akhirnya merusak jutaan syaraf otak kita. Kalau bicara soal keimanan (amantu billah) saya beriman pada Allah, alkohol mau membahayakan atau tidak, mau merusak jantung atau tidak, masuk akal atau tdak masuk akal ...kita tetap harus beriman dan menjahuinya karena iman dan ketaatan kita ,ketaatan kita adalah buahnya iman ...lebih- lebih kalau kita mngetahui logika miras itu haram ,jaman sekarang sudah sedemikian dasyatnya perkembangan miras, berubah baju dan penampilan menjadi bir, brandy, putau, wyski, narkoba dan sejenisnya .

Kalau boleh memilih mending saya mabuk kaligrafi dari pada mabuk miras apalagi mabuk janda.
Close Menu