Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Karya Assiry Diminati Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni dan Hariyanto Arbi

PartaiSolidaritas Indonesia mengunjungi Pesantren Seni Kaligrafi Alquran PSKQ di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (26/2/2019).

Kunjungan dilakukan PSI sebagai bentuk upaya nyata dan dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Kedatangan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni dan Hariyanto Arbi disambut dengan hangat pengasuh Pesantren Seni Kaligrafi Alquran PSKQ.

/>

/>
Ustadz Muhammad Assyiri mendirikan pesantren tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap perkembangan kaligrafi dan seni rupa di Jawa Tengah yang stagnan.

/>
Pesantren tersebut menjadi pesantren pertama di Indonesia dengan para santri yang tidak hanya mempelajari seni kaligrafi klasik, tapi juga mempelajari aspek seni rupa lain.
“Kami mengucapkan terima kasih karena kesediananya untuk menerima kami. Ketika mendengar adanya ide seni kaligrafi ini, selain syiar Islam, kesenian kaligrafi ini juga mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat,” kata Raja Juli Antoni.

/> />

PSI percaya ekonomi kreatif merupakan sektor strategis yang tidak harus dilakukan dari kota-kota besar, namun kota kecil seperti Kudus juga bisa memanfaatkan hal tersebut.
“Tentu seni kaligrafi ini merupakan sebuah ekonomi kreatif yang tetap mempertahankan kearifan lokal,” kata Toni.

/>

Selama ini, PSI melihat banyaknya potensi pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal di beberapa daerah yang terabaikan begitu saja karena sulitnya pemasaran produk.
“Semoga nanti kalau ada caleg PSI yang lolos ke parlemen, kami bisa bersinergi ya dengan para pegiat seni di sini. Supaya makin banyak sentra sentra kreatif,” kata Toni.
Dalam sambutannya, Assiry mengungkapkan harapannya.
“PSI ini kan partai baru, gebrakannya luar biasa. Selama ini banyak partai yang nyebarin hoax tapi PSI tidak pernah, malah sering jadi korban hoax. Semoga PSI bisa lolos ke parlemen,” ujarnya.
Pertemuan dilanjutkan dengan pembuatan batik kontemporer gaya PSI oleh pengasuh ponpes seni kaligrafi Alquran Muhammad Assiry bersama dengan pengurus dan kader PSI yang hadir.
Dengan penuh bangga Ustadz Muhammad Assiry menghadiahkan batik kontemporer kaligrafi kepada Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Hariyanto Arbi.
Close Menu