Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Pantat Indonesia

Assyri gombal mukiyo, 2013
Kita semua harus intropeksi, Ngga usahlah pura -pura emosi dan membentur -benturkan kemarahan kita di dinding -dinding jiwa sesama kita. Karena kita juga diam -diam menonton goyang ngebor,goyang itik goyang kayang, goyang ngecor dan goyangan -goyangan lainnya yang syur dan sekarang lagi ngetop -ngetopnya goyang caesar yang super kenceng menggoyangkan semua engsel tubuh. Sehingga kalau kita perhatikan tanpa disadari yang bergoyang merasa ekspresi kebebasan dan keluesan dalam bergoyang seperti surga.Kalau ada kemben atau celana meloroot ya ngga sadar,atau kalau dilihat itu semuanya serba bergoyang hingga menimbulkan mata lelaki yang melihat bisa keranjingan dan minimal semaput  (pingsan ) entah karena apa saya kurang tahu persis.

Bahkan konon ada beberapa remaja yang katanya habis nonton goyangan itiknya saskia jadi menggauli ayam di kandang demi menjaga eksistensi biar ngga malu di sebut penggila PK,  Jablay atau penganut free seks dan menghindari AIDS.

Yang ngakunya kiyai,Ustazd atau guru, pendeta, biksu atau siapapun yang katanya menjunjung moral dan etika bangsa ketimuran semuanya juga mlongo kalau nonton goyangan -goyangan dan pantat -pntat mereka. Peradaban bangsa cap opo iki. Orang dengan suka rela membayar untuk dipantati, senang di bokongi, rindu di selakangi atau di bahenoli oleh jajaran artis dan penyanyi. Kok sewot, kok ngamuk -ngamuk.Kan memang inilah sebenarnya budaya kita budaya pamer pantat. Bukankah begitu ?
Kalau tidak begitu, kenapa kita rindu,kita membeli dan memberdayakan semua aktivitas dari civitas budaya perpantatan yang berbaju musik dangdut dan semacamnya.

Yang salah bukan goyangan itiknya,yang porno itu bukan goyangan pantatnya. Yang perlu di tata adalah sistem dan tatanan yang mngatur acaranya,ini adalah korban dari industri. Artis dituntut mengeksploitasi pantat,menonjolkan sesuatu yang kata embah-embah kita pamali dan seronok. Kita cenderung munafik karena walau mulut kita seperti membenci, kita tetap menikmati tontonan. Satu kasus yang dulu menimpa Inul Daratista, karena goyang ngebor kontroversialnya. Beberapa ulama melarang pementasan di beberapa kota. Tapi rame-  rame para kiyai,Ustazd biksu,pendeta mengendap -endap nonton seberapa dahsyatnya gempa nafsu yang ditimbulkan inul saat ngebor dengan pantatnya..

Ngebor dihujat ngebor pun dipuja.
Gak usah nyuruh-nyuruh wanita berjilbab kalu begitu ....., kalau kita masih seneng nonton video porno. itu namanya munafik.

Close Menu