Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Dunia Bukan Panggung Sandiwara

Oleh: Muhammad Assiry Presiden Kaligrafi, 2013



Perlu saya tegaskan bahwa dunia ini bukan panggung sandiwara,sekali lagi dunia ini bukan panggung sandiwara"dunia ini hanya ruang kelas yang kecil dimana kita belajar menghidupi kehidupan kita yang nyaris mati.Dunia ini lebih tepat jika gunakan untuk mempelajari apapun yang Tuhan berikan,kita terlalu sempit menafsirkan bahwa"atmosfer kehidupan ini tidak hnya berotasi pada ksibukan untuk berfoya-foya semata tapi lebih kepada belajar ...belajar memaknai arti kita hidup ..kenapa kita hidup?untuk tujuan apa kita di hidupkan ?kenapa kita di hidupkan secara berkelompok,bersuku -suku dan berbangsa-bangsa?

Belajar apa saja yang bisa kita temui,contoh kecil kita melihat kemiskinan yang makin menjamur dan kelaparan yang hanya membentur jidat para penguasa itupun sebuah buku pelajaran hidup...bukan hanya sekedar untuk di ketahui dan di baca saja,tapi lakukanlah aksi,berikanlah sebuah jalan yang terbentang untuk mengatasi ketersesatan dan kesulitan hidup sesama dengn memberikan solusi bagaimana mereka punya pekerjaan,bagaimana mereka hidup paling tidak sedikit layak dari para binatang .

Kehidupan ini sebenarnya kematian,dan kehidupan sesungguhnya adalah di saat kita benarbenar sudah mati.
Apapaun yang engkau berikan kepada sesamamu yang membutuhkan,itulah yang sesungguhnya milikmu,dan apapun yang engkau timbun dan simpan menjadi aset tanah,pom bensin,mall,apartemen,emas,permata dan kekayaan duniamu, semua hanya menjadi belenggu yang menghalangimu,untuk mencapai apa yang di sebut sebagai ketenangan dan kebahagiaan hidup jika engkau melupakan sedikit saja tetanggamu yang tergolek lapar dan bersemesta dengan penderitaan.

Close Menu