Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

Jangan Merusak

Assiry gombal mukiyo, 21 Oktober 2014

Temen -temen sekalian, tentu akrab dengan dua adagium ini: kalau tidak bisa memperbaiki jangan menambah kerusakan. Menghindari mudharat lebih diutamakan dari pada mengharapkan manfaat.

Kalau diri kita tidak bisa menolong para Pelacur(PK) Aatau apapun istilahnya keluar dari lorong gelap, mbok ya tidak usah memutus harapan mereka dari rahmat dan kasih sayang Tuhan.

Kita cenderung ingin terlihat suci, gagah dan penuh kebaikan sendiri dimata manusia, sehingga melupakan mereka, mengusir-usir mereka dalam bingkai dan warna kehidupan yang beragam. Seolah -olah mereka adalah binatang jalang kumpulan yang terbuang.

Ingin tampak gagah dan suci sendiri ?
Hanya orang-orang yang tidak gagah dan tidak suci yang butuh pengakuan.

Da'wah itu dari kata da'a yad'u da'wah artinya mengajak bukan mengejek, mengayomi sehingga menentramkan hati.

Da'wah jangan hanya di Musholla, di Masjid atau Majlis ta'lim. Karena jika essensi da'wah adalah menyeru ke jalan Allah, maka seharusnya kita butuh keberanian mental untuk berda'wah dengan konsep dasar yakni dengan cara -cara yang bijak dan dengan nasehat-nasehat yang santun dan baik ( ud'u ila sabili rabbika bi al hikmah wa al mauidhati al hasanah ) di tempat-tempat pelacuran, warung remang -remang dan semacamnya. Tujuan utama kita ke tempat-tempat tersebut bukan untuk booking PK, tetapi menyeru kepada saudara-saudara kita yang masih dilumpur -lumpur dosa agar berangsur-angsur dan lambat laun meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. Karena melacur bukanlah profesi.

Bukan dengan cara-cara kekerasan, merusak-rusak bar, membakar, menjambak, membanting -banting, teriak-teriak kasar dan makian kotor justru jauh dari nilai-nilai da'wah.
Mereka juga manusia yang juga butuh dimanusiakan.
Close Menu