Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

TES PERAWAN

Assiry gombal mukiyo, 10 Februari 2015

Pertanyaan kecil dalam relung bathin saya, Pendidikan kok "ngurus" masalah keperawanan dan keperjakaan. Memang korelasinya apa?

Korelasi dari kebijakan itu sendiri menjadi tidak jelas dengan obyek perempuan yang hendak masuk ke bangku sekolah. Terus bagaimana dengan calon siswa yang ternyata juga tidak perjaka? Telah terjadi diskriminasi akbar disetiap segi dan bidang kehidupan di negeri ini.

Pertanyaannya adalah, jika perempuan tersebut ternyata tidak perawan, lalu kebijakan apa yang akan dilakukan? Apakah kemudian dilarang bersekolah di tempat tersebut? 


Menjadi hal yang tidak wajar dan sangat mendiskriminasikan perempuan secara membabi buta jika hal tersebut sampai dilakukan.


Teruuuussss...!!! Akankah Berhasil...??? Apakah ada segi postifnya...??
"Mbledos ndasmu", kalau itu jadi dilakukan oleh oknum Pemerintah.

Bukankah sudah bukan rahasia, mulai SMP dan SMA sudah banyak yang tidak perawan dan perjaka. Lebih baik mencegah dari pada mengungkap siapa yang tidak perawan atau perjaka.

Tes perawan untuk anak -anak sekolah menurut saya terlalu menyederhanakan masalah yang kompleks.
Satu hal yang menarik bahwa posisi tawar perempuan dalam berpacaran itu sangat lemah. Kalau tidak mau hubungan seperti itu ( ML ) ya putus. Ini kecenderungan para remaja sekarang. Pacaran kalau cuma pegangan tangan menjadi bukan trend lagi, jadul dan mungkin dianggap kuno oleh remaja sekarang.
Contoh kecil saja misalnya Remaja SMP kelas I, tidak punya pacar jadi bahan cemooh lingkungannya. Artinya perilaku pacaran ini bagian dari gaya hidup remaja.

Faktornya lebih kompleks, dan wacana untuk tes keperawanan itu tidak menyelesaikan masalah, malahan memberi kesan bahwa perempuan yang justru seolah -olah selaluuuuuuu...... menjadi sumber masalahnya.
Padahal kalau boleh jujur jika tidak ada "anu" pria tentu tidak akan terjadi kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya keperawanan seorang gadis yang saya sebut sebagai "dosa terindah" itu.
Close Menu