Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

10 ISTRI OC KALIGIS & 20 ANAKNYA.

Assiry gombal mukiyo, 16 Juli 2015


Saya kadang geli menyaksikan riuhnya negeri ini, kita sungguh -sungguh sangat menikmatinya. Seperti dikili-kili oleh sesuatu entah apa itu. Kita sangat suka dan begitu menikmati hobby kita yang rajin dan khusu'menggunjing, memperdebatkan, bahkan ada beberapa diantara kita yang menuding -nuding sinis dan mengatainya " Dasar tua bangka ngacengan". Lho katanya kita puasa. Yang puasa itu kita apa bulannya yang berpuasa?

Puasa ko ribut. Puasa ko justru belanja dan makannya semakin meningkat, acara cengengesan di TV juga makin marak, puasa ko syahwat menggunjingkan orang lain juga semakin tidak tertahan. Puasa cap apa ?

Mengenai OC Kaligis mau nikah berapapun hak beliau dan dia gentle mau mengakui semua pernikahan yang ada dan berani bertanggung jawab atas semuanya. kita tidak tahu dalam dan isi hati manusia, kita juga tidak tahu mengapa beliau menikah banyak meskipun dari sisi normatif sosial di negeri ini kurang wajar. Mungkin bagi yang melihatnya bakal mencibir namun belum tentu bagi anak dan istri beliau. Bisa jadi beliau adalah ayah dan suami yang hebat bagi istri-istri dan anak -anaknya, terlepas kasus suap sekarang yang menjeratnya. Mau jadi manusia bagaimanapun yang penting berani tanggung jawab apalagi laki laki.
Mending pak OC berisrtri banyak 'no gosip' daripada diluar istri satu saja "tengkarnya" jadi headline dan hotline bahkan mengalahkan berita politik.

Ini kan kasus mengenai suap yang dituduhkan ke dia, harusnya yang disorot dan dikupas ya disisi itu, mengenai beliau beristri 10 dan punya anak 20 apa urusannya dengan kita. Urusan pribadi beliau dengan Tuhan. Kita kadang berlagak sok lebih baik. Mengaku lebih mandiri dan agamis karena monogami, tapi sungguh alangkah tidak berbudayanya kita yang suka mengulik-ngulik urusan orang lain. Toh yang kasih makan dan mencukupi seluruh kebutuhan 10 istri dan 20 anaknya Pak OC bukan kita. Kenapa kita yang jadi pusing .

Iya mungkin dia kristen. Kalau di kristen ndak boleh poligami . Sedangkan dalam islam dipandang sunnah dengan maksimal 4 istri. Janganlah menjadi hakim bagi orang lain tanpa melihat diri kita sendiri.

Pernahkah terfikir oleh kita apa definisi baik dan buruk bagi manusia? Persepsi atau paradigma yang banyak dianut orang umumnya seperti ini : Baik adalah sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita dan buruk adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Kita menghujat keras OC. Kaligis, tapi diam -diam karena sebenarnya kita juga ingin sepertinya. Dia yang Tua, kaya raya dan juga dikelilingi 10 istri itu belum pacar dan lainnya.

Letak penolakan kita sebenarnya bukan karena memang kita ingin menunjukkan kebenaran dan kebaikan tapi karena didalam hati kita berkecamuk jutaan pertanyaan kenapa kok OC.Kaligis yang bisa menikah dengan 10 istri dan puluhan simpanan lainnya, kenapa saya yang perlente tidak bisa?

Inikan sama ketika Th. 1998 kita kompak mendemo suharto agar lengser keprabon dengan dalih dia korup dan sebagainya padahal setelah Suharto lengser justru kita lebih korup, dan lebih gila darinya.

Boleh jadi sesuatu yang kamu benci, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Q2: 216). Benarlah sudah hanya Tuhan yang punya hak untuk menghakimi karena kita manusia tidak ada yang sempurna. Hanya Tuhanlahlah yang maha sempurna itu.
Close Menu