Selamat Datang di assiry.kaligrafi-masjid.com , kami ahlinya membuat kaligrafi masjid dan karya seni rupa yang lain, silakan anda lihat karya-karya kami, besar harapan bisa bekerja sama dengan anda.

assiry.kaligrafi-masjid.comadalah buah karya dari Muhammad Assiry Jasiri, seorang seniman dari kota Kudus. Sejak kecil, ia sudah terlihat bakatnya dalam bidang seni. Bakat tersebut semakin terasah seiring bertumbuh remaja di bawah bimbingan para guru kaligrafi ternama di Kudus. Kemudian ia hijrah ke Jakarta dan belajar ilmu seni rupa kepada kakak kandungnya, Rosidi. Kini, segudang prestasi kaligrafi telah ia raih baik di tingkat Nasional maupun di Asia tenggara (ASEAN). Sudah begitu banyak pula masjid/musholla, gedung, maupun kediaman pribadi yang sudah tersentuh goresan tangannya.

Melalui gubug online ini, kami berharap bisa memberi inspirasi anda dan dengan senang hati kami siap melayani semua kebutuhan akan seni rupa dan kaligrafi, desain artistik, serta beragam produk kerajinan khas Indonesia dengan desain eksklusif.

PILAR BERGAYA ROMAWI


Muhammad Assiry, 6 Juni 2017

Pilar pastinya merupakan bagian yang pasti dimiliki setiap bangunan atau rumah, sama seperti tembok atau pagar rumah. Nah, pada pagar rumah biasanya bisa kita desain sesuai dengan keinginan kita, pada pilar pun bisa kita lakukan hal yang sama. Setidaknya ada dua gaya pilar yang bisa dipilih yakni klasik dan modern. Pada pilar klasik terbagi lagi menjadi dua gaya, yakni pilar dengan pengaruh gaya Yunani dan pilar bergaya Romawi. Yang terakhir inilah yang akan dibahas saat ini.
Berikut dua gaya pada Pilar klasik Romawi yang bisa dipilih untuk menghiasi rumah:
  1. Pilar Tuscan 
Bangunan dengan pilar Tuscan Merupakan pilar dengan bentuk yang paling sederhana dibandingkan pilar-pilar lainnya, baik yang termasuk dalam pilar bergaya Romawi maupun Yunani. Ciri khas dari pilar Tuscan adalah bentuk tiangnya yang halus tanpa ada ornamen atau pahatan tambahan di sekelilingnya. Pilar ini juga didirikan pada dasar (base) dan kepala (capital) yang sama-sama seserhana, tanpa tambahan ornamen apapun. Karena itulah, pilar ini memiliki kesan kokoh dan kuat, mirip seperti pada pilar Doric yang berasal dari Yunani.  Tidak heran pilar ini juga sering disebut sebagai pilar “Romawinya Doric (Roman Doric)”. Meski, dari ukuran tiang, pilar Tuscan sedikit lebih ramping dibandingkan dengan Pilar Doric. Karena kesannya yang kokoh dan kuat itulah, pilar ini lebih sering digunakan pada bangunan-bangunan militer, seperri benteng, gudang senjata, atau penjara.
Sejarah awal bagaimana pilar Tuscan dibuat sendiri sampai saat ini masih menjadi perdebatan oleh kalangan sejarawan. Beberapa menganggap dengan melihat desainnya yang simpel dan sederhana, pilar Tuscan hadir sebelum adanya pilar-pilar klasik dari Yunani. Namun beberapa sejarawan lainnya justru melihat bahwa pilar-pilar dari Yunanilah yang pertama kali hadir dan kemudian diadaptasi oleh bangsa Romawi.   

             2. Pilar Composite

 
Pilar bergaya romawi satu ini merupakan gabungan dari pilar bergaya Ionic dan Corinthian yang berasal dari Yunani yang diadaptasi oleh orang Romawi. Pilar ini menggabungkan ornamen volate (bentuk gulungan kertas) pada bagian kepala pilar Ionic dengan bentuk ornamen bunga dan daun dari Corinthian. Ini kemudian menjadikan pilar Composite menjadi pilar paling berornamen dari semua jenis pilar yang termasuk dalam bagian pilar klasik.
Selain merupakan bagian dari pilar bergaya klasik, pada bidanga arsitek kontemporer istilah pilar composite juga dikenal untuk menyebut  jenis-jenis pilar yang terbuat dari gabungan dua bahan yang berbeda. Misalnya saja pilar yang terbuat dari gabungan fiber glass dengan besi atau dari kayu dengan semen, dan sebagainya.
 




https://atpic.wordpress.com/2010/07/24/romawi/
http://gudangroster.blogspot.co.id/2012/08/

Close Menu